Jumat, 19 Desember 2014

MAKALAH EMOSI DAN MOTIF



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pertumbuhan dan perkembangan emosi, seperti juga pada tingkahlaku lainnya,  ditentukan oleh proses pematangan dan proses belajar. Seorang bayi yang baru lahir sudah dapat menangis, tetapi ia hampir mencapai tingkat kematangan tertentu sebelum ia dapat tertawa. Kalau anak itu sudah lebih besar, maka ia akan belajar bahwa menangis dan tertawa dapat digunakan untuk maksud-maksud tertentu pada situasi-situasi tertentu. Pada bayi yang baru lahir, satu-satunya emosi yang nyata adalah kegelisahan yang nampak sebagai ketidaksenangan dalam baru menangis dan meronta. Pada umumnya perbuatan kita sehari-hari disertai oleh perasaan-perasaan tertentu, yaitu perasaan senang atau perasaan tidak senang.
Suatu perbuatan dimulai dengan adanya suatu ketidakseimbangan dalam diri individu, misalnya lapar atau takut. Keadaan tidak seimbang ini tidak menyenangkan bagi individu yang bersangkutan, sehingga timbul kebutuhan untuk meniadakan ketidakseimbangan ini, misalnya mencari makanan atau mencari perlindungan. Kebutuhan inilah yang akan menimbulkan doronganatau motif untuk berbuat sesuatu.Setelah perbuatan itu dilakukan maka tercapailah keadaan seimbang dalam diri individu, dan timbul perasaan puas, gembira, aman dan sebagainya. Kecenderungan untuk mengusahakan keseimbangan dari ketidak seimbangan terdapat dalam diri tiap organisme danmanusia, dan ini disebut prinsip homeostasis. Pada manusia, lingkaran motivasi bersifat dinamis,ini disebabkan karena keseimbangan pada manusia seringkali merangsang ketidak seimbangan lain yang lebih tinggi tingkatannya.Hal ini tidak terdapat pada hewan, misalnya, karena pada hewan ketidakseimbangan-ketidakseimbangan yang timbul selalu sama dan waktu ke waktu sampai hewan ini mati.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud dengan emosi dan motif?
2.      Sebutkan teori-teori tentang emosi?
3.      Sebutkan jenis-jenis emosi dan motif?
C.    TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk mengetahui pengertian emosi dan motif?
2.      Untuk mengetahui teori-teori tentang emosi ?
3.      Untuk mengetahui jenis-jenis emosi dan motif ?







BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN
1)      Emosi
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa emosi adalah suatu keadaan kejiwaan yang mewarnai tingkah laku. Emosi juga diartikan sebagai suatu reaksi psikologis dalam bentuk tingkah laku gembira, bahagia, sedih, berani, takut, marah, muak, haru, cinta, dan sejenisnya. Biasanya emosi muncul dalam bentuk luapan perasaan dan surut dalam waktu yang singkat. Hathersall (1985) merumuskan pengertian emosi sebagai suatu psikologis yang merupakan pengalaman subyektif yang dapat dilihat dari reaksi wajah dan tubuh. Misalnya seorang remaja yang sedang marah memperlihatkan muka merah, wajah seram, dan postur tubuh menegang, bertingkah laku menendang atau menyerang, serta jantung berdenyut cepat.
Selanjutnya Keleinginna and Keleinginan (1981) berpendapat bahwa emosi seringkali berhubungan dengan tujuan tingkah laku. Emosi sering didefinisikan dalam istilah perasaan (feeling), misalnya pengalaman-pengalaman afektif, kenikmatan atau ketidaknikmatan, marah, takut bahagia, sedih dan jijik.
English and English (Syamsu Yusuf, 2003) menyebut emosi ini sebagai “A complex feeling state accompanied by characteristic motor and grandular activities”. Sedangkan menurut William James (dalam DR. Nyayu Khodijah) mendefinisikan emosi sebagai keadaan budi rohani yang menampakkan dirinya dengan suatu perubahan yang jelas pada tubuh.
Dari berbagai pengertian emosi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa emosi merupakan reaksi psikologi seseorang dalam bertindak atau melakukan suatu tindakan, misalnya menangis, marah, benci, takut, sedih, haru, cinta, muak, bahagia dan lain-lain.
2)      Motif
Motif,atau dalam bahasa Inggris-nya'"motive",berasal dari kata ''motion", yang berarti gerakan atau sesuatu yang bergerak. Jadi istilah motif, pun erat hubungannya dengan "gerak", yaitu dalam hal ini gerakan yang dilakukan oleh manusia atau disebut juga per-buatan atau tingkah laku. Motif dalam psikologi berarti rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga bagi terjadinya suatu tingkahlaku. Di samping istilah "motif", dikenal pula dalam psikologi istilah motivasi. Motivasi merupakan istilah yang lebih umum, yang menunjuk kepada seluruhproses gerakan itu, termasuk situasi yang mendorong, dorongan yang timbuldalam diri individu, tingkah laku yang ditimbulkan oleh situasi tersebut dan tujuan atau akhir daripada gerakan atau perbuatan.Ada beberapa pendapat mengenai apa sebenarnya motif itu.
Seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu. Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia selalu di mulai dengan motivasi (niat).
Dalam motif, pada umumnya terdapat dua unsur pokok, yaitu kebutuhan dan tujuan. Proses interaksi timbal balik antara kadua unsur ini terjadi dalam tubuh manusia, walaupun dapat dipengaruhi oleh hal-hal dari luar diri manusia. Karena itu, bisa saja terjadi perubahan motivasi dalam waktu singkat.Sedangkan menurut Dister, setiap tingkah laku manusia adalah hasil dari hubungan timbal balik antara tiga faktor, yaitu:
a.       Dorongan spontan manusia, yaitu dorongan yang tidak ditimbulkan dengan sengaja. Seperti dorongan seksual, nafsu makan dan kebutuhan akan tidur.
b.      Ke-aku-an manusia, dimana manusia menyetujui dorongan spontan tadi untuk menjadi miliknya, sehingga kemudian menjadi sebuah “kejadian”. Misalnya dengan menunda makan, walaupun ia merasa lapar.
c.       Lingkungan hidup manusia.
Ada beberapa kriteria motif, berikut ini adalah motif-motif yang timbul pada diri manusia ketika berkomunikasi:
a.       Motif informatif, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan hasrat untuk memenuhi kebutuhan akan ilmu pengetahuan.
d.      Motif hiburan, yaitu hal-hal yang berkenaan untuk mendapatkan rasa senang.
e.       Motif integrasi personal, merupakan motif-motif yang timbul akibat keinginan untuk memperteguh status, kredibilitas, rasa percaya diri, dll
f.       Motif integratif sosial, dimaksudkan untuk memperteguh kontak sosial dengan cara berinteraksi dengan keluarga, teman, orang lain.
g.      Motif pelarian, merupakan motif pelepasan diri dari rutinitas, rasa bosan, atau ketika sedang sendiri.
B.     TEORI-TEORI
1)      Emosi
Ada dua macam pendapat tentang terjadinya emosi. Pendapat yang Nativistik mengatakan bahwa emosi-emosi itu pada dasarnya merupakanbawaan sejak lahir, sedangkan pendapat yang Empiristik mengatakan bahwaemosi dibentuk oleh pengalaman dan proses belajar.
Salah satu penganut paham Nativistik adalah:
“Rene Descartes(1596-1650). la mengatakan bahwa manusia sejak lahirnya telah mempunyai enamemosi dasar yaitu: Cinta, Kegembiraan, Keinginan, Benci, Sedih dan Kagum”.
Di pihak kaum empiristik dapat kita catat nama-nama:
a.       WilliamJames (1842-1910,Amerika Serikat) danCarl Lange (Denmark) Kedua orang ini menyusun suatu teori tentang emosi yang dinamakan teori James Lange. Menurut teori ini, emosi adalah hasil persepsi seseorang terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh sebagai respons terhadap rangsangan yang datang dari luar. Jadi, kalau seorang misalnya melihat seekor harimau, maka reaksinya adalah darah makin cepat beredar karena denyut jantung makin cepat, paru-paru pun lebih cepat memompa udara dan sebagainya. Respons-respons tubuh ini kemudian dipersepsikan dan timbullah rasa takut. Jadi, orang itu bukan berdebar-debar karena takut setelah melihat harimau melainkan karena ia berdebar-debar maka timbul rasa takut. Mengapa rasa takut yang timbul, ini disebabkan oleh hasil pengalaman dan proses belajar. Orang yang bersangkutan dari pengalamannya telah mengetahui bahwa harimau adalah makhluk yang berbahaya karena itu debaran jantung dipersepsikan sebagai takut. Teori ini sering juga disebut teori perifer. Dalam teori ini disebutkan bahwa emosi timbul setelah terjadinya reaksi psikologik. Emosi merupakan hasil persepsi seseorang terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam tubuh sebagai respon terhadap berbagai rangsangan yang datang dari luar.Selain itu, gejala kejasmanian bukanlah akibat emosi yang dialami oleh individu, melainkan emosi merupakan akibat dari gejala kejasmanian.Seseorang tidak menangis karena susah, tetapi sebaliknya, orang tersebutsusah karena menangis (Sunaryo, 2004).
Kira-kira seabad yang lalu, yang dikenal dengan Teori James Lange, mengemukakan proses-proses terjadinya emosi di hubungkan dengan faktorfisik dengan urutan sebagai berikut:
1.      Mempersepsikan situasi di lingkungan yang mungkin menimbulkan emosi.
2.      Memberikan reaksi terhadap situasi dengan pola-pola khusus melalui aktivitas fisik.
3.      Mempersepsikan pola aktivitas fisik yang mengakibatkan munculnya emosi secara khusus. Uraian ini disingkat menjadi: Lingkungan -Otak -Perubahan Pada Tubuh + Emosi. Perubahan emosi karena perasaan yang menekan, mempengaruhi fungsi pencernaan. Sebagaimana diketahui, pencernaan dilakukan di dalam lambung melalui asam lambung, biasanya lambung menghasilkan asam lambung dalam jumlah sesuai dengan yang dibutuhkan dan berhenti kalau tugas mencerna13 makanan selesai. Pengeluaran asam lambung ini diatur oleh susunan saraf para simpatis sebagai bagian dari susunan saraf otonom. Dalam keadaan stres, asam lambung dihasilkan secara berlebihan dan kalau ini terjadi tanpa dipergunakan untuk mencerna makanan, menyebabkan peradangan pada permukaan lambung dan dapat menimbulkan luka.
b.      WilhelmWundt (1832 -1920). Tetapi berbeda dari W. James yang menyelidiki mengapa timbul emosi, WilhelmWundt menguraikan jenis-jenis emosi. Menurut Wundt ada tiga pasang kutub emosi, yaitu :
1.      Senang -tak senang
2.      Tegang -tak tegang
3.      Semangat-tenang
Perubahan-perubahan pada tubuh saat terjadi emosi terutama pada emosi yang kuat, seringkali terjadi juga Perubahan-perubahan pada tubuh kita antara lain:     
a.       Reaksi elektris pada kulit: meningkat bila terpesona.
b.      Peredaran darah: bertambah cepat bila marah.
c.       Denyut jantung: bertambah cepat bila terkejut.
d.      Pernafasan: bernafas panjang kalau kecewa.
e.       Pupil mata: membesar bila sakit atau marah.
f.       Liur: mengering kalau takut atau tegang.
g.      Bulu roma: berdiri kalau takut.
h.      Pencernaan: mencret-mencret kalau tegang.
i.        Otot:Ketegangandan ketakutanmenyebabkanotot menegang atau bergetar (tremor).
j.        Komposisi darah: Komposisi darah akan ikut berubah dalam keadaan emosional karena kelenjar-kelenjar lebih aktif
2)      Motif
Seperti telihat dalam siklus, motif atau driving state dapat timbul karena stimulus internal, stimulus eksternal, ataupun interaksi antara keduanya. Mengenai motif ini ada beberapa teori yang diajukan yang memberi gambaran tentang seberapa jauh peranan dari stimulus internal dan eksternal. Teori – teori tersebut adalah:
1.      Teori insting ( instinct theory)
Alasan mengapa seseorang berperilaku adalah karena adanya insting (predisposisi yang alami).Perilaku dan pikiran manusia adalah hasil dari insting yang bersifat bawaan (Mc Dougall).Teori ini kurang berkembang
2.      Teori dorongan ( drive theory )
Alasan mengapa seseorang berperilaku adalah untuk mengurangi tegangan yang tidak menyenangkan.Perilaku manusia didorong oleh sexual drive dan aggressive drive (Freud).Kebutuhan yang sangat kuat akan sesuatu akan menimbulkan keadaan tegang/ bergejolak dan membutuhkan penurunan tegangan (drive reduction)
3.      Teori insentif ( insentive theory )
Alasan mengapa seseorang berperilaku adalah untuk mendekati insentif yang positif (reward) dan menjauhi insentif yang negatif (punishment). Dipelopori aliran behavioristik, disebut juga external motivation.
C.    JENIS-JENIS
1)      Emosi
a.       Takut
Takut adalah perasaan yang mendorong individu untuk menjauhi sesuatudan sedapat mungkin menghindari kontak dengan hal itu. Bentuk ekstrim daritakut adalah takut yang pathologis yang disebut phobia. Phobia adalah perasaan takut terhadap hal-hal tertentu yang demikian kuatnya, meskipun tidak ada alasan yang nyata, misalnya takut terhadap tempat yang sempit dan tertutup (claustrophobia), takut terhadap ketinggian atau takut berada di tempat –tempatyang tinggi (acrophobia), takut terhadap kerumunan orang, takut tempat-tempat ramai (ochlophobia).
Rasa takut lain yang merupakan kelainan kejiwaan adalah kecemasan (anxiety) yaitu rasa takut yang tak jelas sasarannya dan juga tidak jelas alasannya. Kecemasan yang terus menerus biasanya terdapat pada penderita-penderita Psikoneurosis.

b.      Khawatir
Khawatir atau was-was adalah rasa takut yang tidak mempunyai obyek yang jelas atau tidak ada obyeknya sama sekali. Kekhawatiran menyebabkan rasa tidak senang, gelisah, tegang, tidak tenang, tidak aman. Kekhawatiran seseorang untuk melanggar norma masyarakat adalah salah satu bentuk kekhawatiran yang umum terdapat pada tiap-tiap orang dan kekhawatiran ini justru positif karena dengan demikian orang selalu bersikap hati-hati dan berusaha menyesuaikan diri dengan norma masyarakat.
c.       Cemburu
Kecemburuan adalah bentuk khusus dan kekhawatiran yang didasari oleh kurang adanya keyakinan terhadap diri sendiri dan ketakutan akan kehilangan kasih sayang dari seseorang. Seorang yang cemburu selalu mempunyai sikap benci terhadap saingannya.
d.      Gembira
Gembira adalah ekspresi dari kelegaan, yaitu perasaan terbebas dari ketegangan. Biasanya kegembiraan disebabkan oleh hal-hal yang bersifat tiba-tiba (surprise) dan kegembiraan biasanya bersifat spesial, yaitu melibatkan orang-orang lain di sekitar orang yang sedang gembira tersebut.
e.       Marah
Dalam emosi ini mengekspresikan ketidaksukaan dan menolak terhadap suatu peristiwa. Dalam aktivitasnya tentu seseorang akan berarak menentangnya secara aktif.  Kemarahan selalu terlihat berhubungan dengan keadaan tertentu. Kemarahan bisa pula timbul sehubungan dengan keadaan yang sebetulnya tidak lazim menimbulkan kemarahan. Itu tergantung dari factor belajar dan pendewasaan.
2)      Motif
a.       Motif Fisiologis
Dorongan atau motif fisiologis pada umumnya berakar pada keadaan jasmani, misal dorongan untuk makan, dorongan untuk minum, dorongan seksual, dorongan untuk mendapatkan udara segar. Dorongan-dorongan tersebut adalah berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan untuk melangsungkan eksistensinya sebagai makhluk hidup. Karena itu motif ini juga sering disebut sebagai motif dasar ( basic motives ) atau motif primer ( primary motives ) karena motif atau dorongan ini berkaitan erat dengan pertahanan eksistensi kehidupan. Dorongan ( drive ) ini merupakan dorongan atau motif alami, merupakan motif yang dibawa. Disamping adanya motif yang alami, juga ada motif yang dipelajari.
1.      Tujuan yang dipelajari
     Hewan dan manusia kadang-kadang belajar mencapai tujuan yang tidak langsung berkaitan dengan pemuasan kebutuhan biologis. Tujuan semacam ini yang sering disebut sebagai tujuan yang dipelajari ( learned goal )atau tujuan sekunder.
2.      Motif dan kebutuhan yang dipelajari
     Pengertian kebutuhan yang dipelajari sering digunakan apabila motif itu timbul karena proses belajar. Berkaitan dengan ini misalnya kebutuhan sosial yang juga kadang-kadang disebut motif sosial. Disebut motif sosial karena motif ini dipelajari melalui interaksi sosial. Sebagai hasil proses belajar yang kompleks khususnya melalui kondisioning operand an modeling dalam keluarga anak belajar adanya kebutuhan akan prestasi.
b. Motif sosial
Motif sosial merupakan motif yang kompleks, dan merupakan sumber dari banyak perilaku atau perbuatan manusia. Dikatakan sosial karena motif ini dipelajari dalam kelompok sosial.
McClelland berpendapat bahwa motif sosial itu dapat dibedakan dalam:
1.      Motif berprestasi atau juga disebut( need for achievement )
Orang yang mempunyai kebutuhan atau need ini akan meningkatkan performance, sehingga dengan demikian akan terlihat tentang kemampuan prestasinya. Untuk mengungkap kebutuhan akan prestasi ini dapat diungkap dengan teknik proyeksi.
2.      Motif berafiliasi atau juga disebut kebutuhan afiliasi (need for affiliation)
Afiliasi menunjukkan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan berhubungan dengan orang lain.
3.      Motif berkuasa atau kebutuhan berkuasa ( need for power )
Dalam interaksi sosial orang akan mempunyai kebutuhan berkuasa ( power ). Kebutuhan akan kekuasaan ini bervariasi dalam kekuatannya dan dapat diungkapkan dengan teknik proyeksi.

BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Emosi dapat diartikan sebagi suatu reaksi psikologis yang ditampilkan dalam bentuk tingkah laku gembira, bahagia, sedih, berani, takut, marah, muak, haru, cinta dan lain-lain. Emosi seringkali berhubungan dengan tujuan tingkah laku.Emosi sering didefinisikan dalam istilah perasaan (feeling), misalnya pengalaman-pengalaman afektif, kenikmatan, marah, takut, bahagia dan lainnya.
Motif adalah merupakan suatu pengertian yang melingkupi semua penggerak, alasan, atau  dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu. Semua tingkah laku manusia pada hakikatnya mempunyai motif. Motif-motif manusia dapat bekerja secara sadar, dan juga secara tidak sadar bagi diri manusia. Untuk itu, agar dapat memahami dan mengerti tingkah laku manusia dengan lebih sempurna maka patutlah kita memahami dan mengerti terlebih dahulu apa dan bagaimana motif-motif dari tingkah lakunya.









DAFTAS PUSTAKA
Azhari,Psikologi Umum & Perkembangan,Jakarta:Seri buku daras,2014
Sobur, Alex, Psikologi umum, Bandung: CV Pustaka Setia, 2011.
Walgito, Bimo, Psikologi Umum,Yogyakarta:Yayasan penerbitan fakultas     psikologi UGM, 1983.
Ahmadi, Abu. 2002. Psikologi Sosial. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sarwono, Sarlito. 2002.Psikologi sosial individu dan Teori-teori Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka.